Saturday, 27 January 2018

Keunikan Dalam Pura Goa Giri Putri Nusa Penida

wisataunikbali.com
Bagian Dalam Pura Goa Giri Putri

Goa Giri Putri- Berbicara tentang Bali memang tidak akan ada habisnya, Bali merupakan icon Pariwisata Indonesia. Bali adalah surga keindahan bagi para wisatawan domestik maupun manca negara.

Nusa Penida adalah Pulau kecil di sebelah selatan Bali, untuk menuju ke sana harus menyebrang melalui Sanur atau Padang Bai. Walaupun terkesan terpencil, namun jangan salah, pulau ini menyimpan keindahan dan kereligiusan tinggi. Raja Ampatnya Bali juga ada di Pulau ini, Pura yang sangat Religius juga terdapat di Pulau ini yaitu Pura Penataran Ped dan menjadi Pura Sad Kahyangan Jagad. 

Pura unik yang ada di pulau ini adalah pura yang terdapat di dalam gua, dimana lubang atau pintu masuk gua ini hanya seukuran tubuh orang dewasa saja, tetapi ruang yang terdapat di dalam gua sangatlah luas. Tempat ini bernama Pura Goa Giri Putri. 

Akses Menuju Goa Giri Putri

Goa Giri Putri terletak pada ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut dan memiliki panjang sekitar 310 meter. Tepatnya di atas sebuah bukit, namun sudah terdapat sekitar 100 anak tangga untuk mencapai puncak bukit tersebut yang mana adalah letak Goa Giri Putri ini.

Tangga-tangga tersebut sudah diberi atap dengan tujuan agar wisatawan tidak kepanasan saat berkunjung ke Goa Giri Putri. Namanya saja tempat suci, untuk memasuki kawasan suci wajib menggunakan kemben (Kain) dan selendang untuk ikat pinggang ( ini bagi yang non Hindu) tetapi bagi para umat Hindu biasanya menggunakan pakaian adat lengkap saat bersembahyang ataupun berkunjung ke Pura Goa Giri Putri.

Sesampai di puncak bukit, kamu akan menemukan pelataran Pura Goa Giri Putri. Disediakan tirta (Banyu awang) untuk dipercikkan ke diri kita sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki kawasan suci, setelah itu baru kamu dapat melanjutkan untuk masuk ke bagian dalam Goa Giri Putri.


wisataunikbali.com
Pintu masuk Goa Giri Putri

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa pintu masuk Goa Giri Putri adalah sempit, seukuran tubuh satu orang dewasa saja tetapi ketika kamu berhasil masuk ke dalam goa, maka kamu akan terkesima dengan keunikan dan keindahan pura yang ada di dalam goa tersebut.

Dahulu ketika goa ini belum dikelola dengan baik, kondisi di dalamnya masih sangat gelap dan lantainya licin karena kelembapan goa tersebut, tetapi sekarang didalam goa sudah terdapat penerangan dan kondisi lantai yang sudah tidak licin lagi karena sudah di plester dengan semen. 

Goa ini berfungsi sebagai tempat hidup dan berkembang bagi manusia purba di pulau ini, namun semakin lama digunakan menjadi tempat untuk bermeditasi bagi orang-orang yang suka dengan dunia religius. Belum ada prasasti yang dapat dijadikan pedoman tentang sejarah goa ini, namun karena dianggap memiliki nilai religius dan juga sebagai bentuk pelestarian dan menjaga keberadaan Goa Giri Putri sebagai tempat persembahyangan sekaligus objek wisata spiritual dan budaya, muncullah ide pembangunan pelinggih-pelinggih sebagai tempat pemujaan kepada para dewa yang bersemayam di Pura Goa Giri Putri. Ada enam pelinggih dan kekuatan Tuhan yang bersemayam di Pura Goa Giri Putri di antaranya Pelinggih Hyang Tri Purusa, Pelinggih Hyang Wasuki, Pelinggih Hyang Giripati, Pelinggih Hyang Giri Putri, Pelinggih Payogan dan Pelinggih Hyang Siwa Amerta, Sri Sedana/Ratu Syahbandar dan Dewi Kwam Im.

Pintu keluar goa tidak seperti pintu masuknya, pintu keluar gua sangat besar, dulu pintu keluar ini dapat digunakan sebagai pintu masuk pura, namun karena ingin menanamkan sebuah filosofi hidup pada pura ini maka muara goa yang besar hanya digunakan sebagai pintu keluar saja. Filosofi ini sama dengan ketika kita keluar dari rahim memalui lubang yang kecil, kemudian bisa merangkak, berdiri tegak kemudian dapat berjalan dan menikmati luasnya alam ini seperti itulah filosofi yang ingin ditanamkan melalui perjalanan religi ini.

Tempat Meditasi

Goa Giri Putri ini dari dulu hingga sekarang digunakan sebagai tempat bermeditasi, mencari ketenangan diri, mencari jati diri dengan memahami filosofi-filosofi kehidupan yang digambarkan melalui cara masuk goa, saat berada dalam goa hingga keluar dari dalam goa, memahami dalam keheningan.

Lokasi Pura Goa Giri Putri

Pura Goa Giri Putri Nusa Penida terletak di Dusun Karangsari, Desa Pakraman Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung kurang lebih 7 km ke arah timur dari Pelabuhan Buyuk Nusa Penida. 

Untuk membantu mengetahui lokasi dari Pura Goa Giri Putri, dapat kamu gunakan peta di bawah ini sebagai penunjuk arahnya.


Tuesday, 16 January 2018

Leak adalah kearifan lokal Bali yang disalah artikan

wisataunikbali.com
Ilustrasi Leak Bali

Leak- Dahulu kala sebelum adanya teknologi dan ilmu pengetahuan serta budaya barat masuk ke wilayah timur, teknik dan strategi perang masih kental dengan adanya ilmu beladiri, ilmu kanuragan dan ilmu kadigdayan. 

Minimnya peralatan atau senjata canggih seperti sekarang ini, menuntut para tentara atau penguasa kerajaan menguasai ilmu tempur dan ilmu kadigdayan atau kawisesan. Salah satu ilmu kawisesan yang sangat terkenal di Bali adalah "Leak". 

Leak sering dikonotasikan menjadi ilmu aliran hitam yang ada di Bali, sebenarnya ilmu itu bersifat murni tergantung si pemiliknya mau digunakan ke arah baik atau buruk.


Memiliki ilmu itu layaknya mempunyai sebilah pisau, jika digunakan oleh tukang masak maka pisau itu bermanfaat untuk mengerjakan dan mengolah makanan demi kebutuhan sehari-hari. Tetapi jika digunakan oleh penjahat, maka pisau tersebut akan mendatangkan bencana.
Tingkatan ilmu leak tersebut sama dengan tingkatan ilmu-ilmu yang lain, yaitu mulai dari tingkat dasar sampai tingkatan tertinggi. Tingkat dasarnya adalah leak barak yaitu leak yang hanya mampu mengeluarkan api atau cahaya, kemudian leak bulan, Leak pemamoran, leak bunga, leak sari, leak cemeng rangdu, dan yang terakhir adalah leak siwa klakah. 

Leak tingkat akhir adalah leak siwa klakah adalah leak yang mampu mengeluarkan cahaya dari ketujuh cakranya sesuai kehendaknya.

Ajaran Hindu berasal dari Jawa kemudian disebarkan ke Bali, begitu juga cerita tentang orang yang menggunakan ilmu leak untuk menyakiti orang lain seperti yang dilakukan oleh Calonarang di Kerajaan Daha Kediri kemudian cerita Gede Basur yang menggunakan ilmu leak untuk merugikan masyarakat di Bali membuat ilmu leak dipandang sebagai ilmu hitam di Bali. 

Sarana untuk belajar ilmu leak adalah dengan banten, sanggah cukcuk dan  kelapa gading yang berfungsi sebagai tirta untuk dipercikkan. Orang awam menyangka bawha leak belajar leak kekuburan hanya untuk memakan mayat untuk meningkatkan kekuatannya sebenarnya tidak demikian.  Mengapa harus di kuburan? Paham leak adalah apa pun status dirimu menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan. Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat tersuci selain di kuburan. Kenapa demikian? Di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan spirit.

Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering muncul hal-hal yang menyeramkan. Ini disebabkan karena kita jarang membuka lontar tatwaning ulun setra. Sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa.

Sang Buda Kecapi, Mpu Kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan. Di Jawa tradisi ini disebut tirakat. 



wisataunikbali.com
Tarian Siwa

Dalam melaksanakan ritual pengleakan, orang tersebut akan menari persis layaknya tarian Siwa. Kamu pernah menonton serial Mahadev? saat Mahadev menari untuk menghancurkan dunia (karena fungsi Beliau adalah pemralina atau penghancur untuk terciptanya keseimbangan alam semesta), tarian tersebutlah yang ditarikan saat di kuburan. 

Ada yang mengatakan kalau leak itu suka makan yang busuk-busuk, bisa saja hal tersebut terjadi tergantung kekuatan iman orang yang mempelajarinya. Jika dia tidak dapat mengendalikan pikiran dan ingin menggunakan ilmunya untuk menyakiti orang lain, maka celakalah dia. Mempelajari ilmu leak menuntut kemampuan pengendalian diri dan iman yang kuat agar tidak menyimpangkan ilmu yang dimiliki dan tidak ingin mencoba ilmunya terhadap orang lain. 

Ilmu leak bersifat rahasia dan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Ilmu leak ini adalah suatu warisan budaya yang disalah artikan dan disalah gunakan oleh orang yang menekuninya. 

Ilmu apapun itu, seperti pengetahuan tentang nuklir saja (merupakan ilmu modern), jika dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik, ilmu tersebut akan berguna bagi orang banyak namun jika digunakan sebagai senjata dalam perang, maka nuklir menjadi senjata pemusnah yang paling berbahaya. 

Wednesday, 3 January 2018

Pura Goa Lawah- Pura unik di goa kelelawar

Wisata Unik Bali.com
Pura Goa Lawah Klungkung Bali

Pura Goa Lawah Klungkung Bali- Bali menyimpan beragam pesona dan keunikan. Kita juga belum sangat paham betul apa maksud dari leluhur Bali mendesign Bali dengan sedemikian rupa dari adat, budaya, kesenian, dan tempat-tempat religi yang berada di Bali. 

Berbicara masalah keunikan, banyak tempat wisata di bali yang unik seperti:


Salah satu pura Sad Khayanga memiliki keunikan yaitu tempat hidup dan berkembangnya ribuan kelelawar, pura tersebut bernama Pura Goa Lawah. Goa artinya gua dan lawah artinya kelelawar. Pura atau pelinggih yang dibangun di mulut gua yang berisi ribuan kelelawar sebagai tempat pemujaan terhadap manifestasi Tuhan sebagai penguasa laut. 

Suasana alam dapat kamu rasakan dengan mendengar suara-suara kelelawar yang berada di sana. Umat Hindu Bali banyak yang berkunjung ke sana untuk melaksanakan persembahyangan, namun pura tersebut juga dibuka untuk umum sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Klungkung. Wisatawan domestik dan wisatawan asing juga banyak yang berkunjung ke sana, namun untuk memasuki areal pura, pengunjung wajib mengenakan kamen atau sarung beserta selendang, ada larangan memasuki kawasan suci bagi perempuan yang sedang datang bulan. 

Konon di dalam Goa tersebut selain dihuni oleh ribuan kelelawar, juga dihuni oleh sepasang ular besar yang menjaga Goa tersebut. Sepasang ular ini katanya adalah Ular Jantan dan Ular betina. Pernah dulu ada ‘Jero Mangku’ (Orang suci yang memimpin jalannya upacara) bertemu dengan kedua ular tersebut saat melakukan persembahyangan di pura goa lawah ini.



Wisata Unik Bali.com
Ribuan kelelawar di Pura Goa Lawah


Dekat dengan Pura Goa Lawah terdapat pantai yang indah, tersedia juga warung-warung untuk sekedar bersantai di areal parkir pura setelah mereka melakukan atau sebelum mereka melakukan persembahyangan di Pura Goa Lawah. 

Lokasi Pura Goa Lawah

Pura Goa Lawah terdapat di Jl. Raya Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Jarak yang cukup dekat dari Kota Denpasar dengan jarak tempuh sekitar 34 kilometer atau memakan waktu kurang dari 1 jam perjalanan jika ditempuh melalui Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra. 

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Pura Goa Lawah, silahkan lihat peta di bawah ini sebagai penunjuk arah menuju ke sana. Happy Travelling.. ☺