Monday, 12 June 2017

Ulasan logis tentang tirta sebagai air suci di Bali

Tirta,
Foto: rare-angon.blogspot.com

Tirta sebagai air suci 

Ulasan logis tirta-Tirta adalah nama lain dari air, namun tirta disini adalah air suci bagi umat Hindhu khususnya di Bali. Tirta adalah sarana pelengkap upacara keagamaan umat Hindhu dan juga merupakan sarana bagi kita untuk mengucapkan rasa syukur kita kepada Tuhan karena telah memberikan air dalam kehidupan di Bumi ini. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa manfaat air begitu besar bagi kehidupan, maka dari itu sungguh penting juga kita bersyukur dengan adanya air. 

Ketika kamu berkunjung ke Bali dan melihat adanya air atau tirta dalam prosesi upacara, tentunya kamu akan bertanya-tanya apa hal unik yang perlu kamu ketahui dari tirta tersebut disamping fungsinya sebagai sarana upacara dan wujud bhakti kita terhadap tuhan, bahkan dengan tirta bisa menyebabkan kesembuhan bagi penyakit. Mari kita ulas bersama-sama. 

Dalam Bhagavad Gita Bab IX sloka 26 disebutkan:

Pattram puspam phalam toyam
Yome bhaktya prayaccati
Tad aham praktyu pakrtam
Asnami prayatat asnamah

Artinya:

Siapapun yang dengan kesujudan mempersembahkan padaKu daun, bunga, buah atau air, persembahan yang didasari oleh cinta dan keluar dari lubuk hati yang suci, Aku terima.

Berdasarkan sloka tersebut, maka Umat Hindu di Bali selalu menyertakan air (tirta) sebagai sarana Upacaranya. Umat Hindu mempersembahkan tirta sebagai ucapan rasa syukurnya kepada Tuhan. setelah syukur diucapkan maka Umat Hindu akan "nunas" tirta tersebut untuk di percikkan di kepala lalu di minum.

Kita patut bersyukur kepada Tuhan sebelum mengkonsumsi atas apa yang telah Beliau ciptakan. Saat persembahyangan, selain doa, lantunan tembang dan iringan gamelan meniringi prosesi tersebut. Tujuannya adalah menciptakan rasa tenang dan damai saat mendengar tembang dan gamelan tersebut.

Suatu kepercayaan kadang susah dikaitkan dengan hal logis atau ilmiah. karena kepercayaan hanya dapat dirasakan oleh hati.

Terlepas dari itu, seorang peneliti dari Jepang yang bernama Dr. Masaru Emoto lahir 22 Juli 1943 dan meninggal pada 17 Oktober 2014 meneliti tentang keanehan sifat air pada tahun 2003 lalu. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari 2000 contoh foto kristal air yang dikumpulkan dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap kristalisasi air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen.


Masaru Emoto,
Foto: omkepo.com

Emoto juga menemukan bahwa kristal air akan terlihat indah tatkala mendapat reaksi positif dari lingkungan sekitarnya. Misalnya dengan perasaan tenang, damai dan bahagia. Namun kristal air akan terlihat buruk tatkala mendapat reaksi negatif dari lingkungan sekitar seperti perasaan cemas, marah dan sedih.

Lebih dari 2000 foto kristal air terdapat di dalam buku Message from water yang dikarangnya sebagai pembuktian kesimpulan dari penelitiannya. Emoto menyimpulkan bahwa partikel air dapat dipengaruhi oleh suara musik, doa-doa, dan kata-kata yang ditulis dan dicelupkan di air tersebut.



Berikut foto tentang kristal air:

Kristal Air,
Foto: bugurunic.holeo07.blogspot.com


Kristal Air,
Foto: Fadhilza.com


Begitu kondisi kristal air saat diucapkan dengan kata yang berbeda, Sama halnya dengan tirta tersebut, Setelah tirta tersebut mendapat hal positif seperti doa dan ucapan syukur, serta kondisi penunjang seperti perasaan senang mendengar lantunan lagu-lagu bali sebagai pengiring upacara, serta perasaan damai mendengar suara gamelan, secara tidak langsung dapat mengubah struktur kristal tirta tersebut menjadi lebih indah. 

Komposisi tubuh manusia sebagian besar adalah air, jadi saat manusia mendengarkan ucapan positif, juga akan mengubah bentuk kristal pada tubuh manusia tersebut menjadi lebih indah, begitu juga sebaliknya jika mendapat ucapan negatif seperti kata kasar dan makian serta sumpah serapah, maka kristal air pada tubuh manusia akan mengikutinya. Maka kadang kalau ada orang yang memberikan ucapan entah itu positif atau negatif terhadap diri kita, maka akan terjadi seiring betapa kuat pengaruhnya terhadap kristal air pada tubuh manusia.

Semua orang-orang besar menyarankan agar kita selalu berpikiran positif, agar lingkungan juga merespon pikiran dan ucapan positif yang kita berikan. 

Dengan percaya dan selalu positifpun, kristal air pada tirta juga bermanfaat sebagai media penyembuhan penyakit. Maka dari itu disarankan agar melukat dan "nunas tirta" yang diawali dengan harapan dan doa baik agar harapan kita tercermin pada susunan kristal air dan memberikan timbal balik juga pada diri kita. Tempat melukat yang sering dikunjungi Umat Hindu dan wisatawan asing adalah Pura Tirta Empul.


EmoticonEmoticon