Thursday, 4 May 2017

Makam Jayaprana dan Layon Sari, Romeo dan Julietnya Bali

Makam Jayaprana dan Layon Sari

Makam Jayaprana dan layon Sari-Makam sekaligus sebagai Pura Jayaprana berada di Hutan Teluk Terima, Desa Sumber Klampok, Gerokgak, Buleleng. Makam ini berjarak 67 km dari Singaraja. Kurang lebih memakan waktu 4 jam perjalanan untuk menjangkau makam ini dari Kota Denpasar. Negeri Tirai Bambu terkenal dengan kisah Sampik Ing Tai, Dunia Barat terkenal dengan Romeo dan julietnya, Buleleng juga tak kalah dengan kisah Jaya Prana dan layon Sari. Pura ini dibangun dengan tujuan untuk mengenang dan mengabadikan kisah cinta sejati mereka.

Kita coba flashback ceritanya,

Kisah cinta Jayaprana dan istrinya, Layon Sari , begitu terkenal di Bali hingga makam keduanya kini menjadi tempat wisata. Kisah anak yatim yang berasal dari Desa Kalianget, Buleleng mati akibat cinta dengan wanita yang disukai raja juga. Ketika wabah menyerang Desa Kalianget, hanya Jayaprana orang satu-satunya yang selamat dari serangan penyakit menular yang menyerang keluarganya. Karena Raja berbelas kasihan pada Jayaprana, maka Raja mengajaknya untuk ke istana. Jayaprana kecil kemudian memutuskan untuk mengabdikan dirinya kepada Raja dan tinggal di istana Kerajaan Wanakeling. Jayaprana sangat disayang oleh sang raja, saat dewasa ia tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah serta kulit yang putih bersih, menambah kewibawaan Jayaprana. Karena sudah tumbuh dewasa, maka sang raja memerintahkan Jayaprana untuk berkeliling di wilayah kerajaannya untuk melihat-lihat gadis yang bisa jadi tambatan hatinya. Jayaprana pun menemukan gadis yang begitu memikat hatinya, gadis itu bernama layon Sari dan Jayaprana juga berhasil mempersunting Layon Sari yang terkenal dengan kecantikannya.

Namun sayangnya, sang Raja juga tertarik kepada istri dari Jayaprana ini. Raja mencari cara untuk menyingkirkan Jayaprana sehingga Raja dapat memiliki Layon Sari. Sang Raja pun mengutus Jayaprana ke Bali bagian barat guna melawan perompak, namun sesampainya di Teluk Terima, Jayaprana justru dibunuh oleh Patih Sunggaling atas perintah Raja. Walaupun itu adalah alasan raja agar dapat menyingkirkan Jayaprana ( diutus ke Bali Barat) agar Raja dapat memiliki alasan kepada Layon Sari bahwa Jayaprana mati dalam medan pertempuran. Karena begitu besar cinta Layon Sari kepada Jayaprana, maka layon Sari memutuskan untuk bunuh diri agar dapat menyusul suami tercintanya sehingga membuat Sang Raja gagal memiliki Layon Sari. Cinta sejati dibawa sampai mati, begitulah kisah cinta Jayaprana dan Layon Sari. Cinta membawa suka dan duka. 

Sungguh besar cinta mereka berdua, sampai rela mati agar bisa bersama-sama di alam keabadian. Tidak ada yang dapat menggantikan pasangan terkasihnya, sehidup semati, sekali seumur hidup. 

Jasad Jayaprana dan layon Sari dimakamkan dan dibangun sebuah pura untuk mengenang kisah cinta sejati mereka berdua. Akses jalan menuju makam ini sudah bagus. Lokasinya berada pada ketinggian sehingga dari tempat ini kamu dapat melihat Pulau Menjangan dan Pantai Lovina dari kejauhan.








EmoticonEmoticon