Wednesday, 19 April 2017

Penjor menyimpan makna penting bagi kehidupan

Foto: ceritadewata.com



Bali..

Sudah tidak asing kita dengar, karena Bali menyimpan beragam budaya dan tradisi serta daerah yang syarat akan filosofi. Ketika kita berkunjung ke Bali, hal yang pertama kita lihat adalah destinasi-destinasi wisata, objek wisata dan kearifan lokal lainnya.

Bali juga syarat akan Budaya dan tradisi yang kental dan diwariskan secara turun temurun.

Bali juga punya banyak hari raya, namun hari raya yang kita soroti adalah Hari Raya Galungan. Hari Raya Galungan adalah hari dimana umat Hindu memperingati kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma ( kejahatan). Pada saat perayaan Galungan, di jalan-jalan seputaran Pulau Dewata dipasang bambu yang dihiasi janur dan hasil bumi. Bambu yang dihiasi oleh janur tersebut bernama Penjor.

Penjor terbuat dari bambu yang dihiasi oleh janur dengan memadukan seni-seni khas Bali itu sendiri. Penjor juga dihiasi dengan palawija, jajan dan hasil bumi lainnya. Batangnya ditanam dan diisi sanggah cerukcuk sebagai tempat pemujaan Tuhan dalam mengucapkan rasa syukur kita.

***

Dapat kita petik makna dibalik penjor tersebut, bambu adalah perwakilan dari semua tumbuhan yang ada di Bumi ini, tumbuhan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, tumbuhan juga sebagai pengatur keseimbangan alam ini, untuk bisa mendapat keberlangsungan tradisi memenjor, kita harus menjaga kelestarian bambu itu, otomatis kita sudah ikut serta menjaga sebagian kecil keseimbangan alam ini.

Dari bentuk penjor yang melengkung dan dihiasi oleh janur, buah dan palawija lainnya. Menandakan bahwa manusia dengan segala yang dimiliki baik kelebihan fisik, materi dan pemikiran, patut terus mengembangkannya hingga mencapai puncaknya, tetapi, setelah mencapai puncak itu semua, jangan lupa untuk selalu menunduk turun yaitu rendah hati, berbagi dengan yang lain atas apa yang kita miliki.

Dari aspek seni, penjor dihiasi dengan seni menata janur dan tampilan artistik lainnya, sebagai wujud realisasi jiwa masyarakat Bali yang mencintai seni itu sendiri.

Penjor merupakan wujud rasa syukur kita kepada Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi, dengan menghiasi buah, jajan dan hasil bumi lainnya pada penjor tersebut.

Disamping itu, ketika kita membuat penjor bersama, ada cerminan kekeluargaan, kebersamaan dan kegotongroyongan. Saling membantu satu sama lainnya agar penjor tersebut selesai dengan baik. Tidak ada yang lebih indah daripada kebersamaan dalam keberbedaan. 

Mungkin masih banyak lagi makna dibalik penjor tersebut yang belum bisa kita gali, semoga dengan mengetahui manknanya, kita jadi semakin bisa menjadi kearah yang lebih baik.

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon