Saturday, 27 January 2018

Keunikan Dalam Pura Goa Giri Putri Nusa Penida

wisataunikbali.com
Bagian Dalam Pura Goa Giri Putri

Goa Giri Putri- Berbicara tentang Bali memang tidak akan ada habisnya, Bali merupakan icon Pariwisata Indonesia. Bali adalah surga keindahan bagi para wisatawan domestik maupun manca negara.

Nusa Penida adalah Pulau kecil di sebelah selatan Bali, untuk menuju ke sana harus menyebrang melalui Sanur atau Padang Bai. Walaupun terkesan terpencil, namun jangan salah, pulau ini menyimpan keindahan dan kereligiusan tinggi. Raja Ampatnya Bali juga ada di Pulau ini, Pura yang sangat Religius juga terdapat di Pulau ini yaitu Pura Penataran Ped dan menjadi Pura Sad Kahyangan Jagad. 

Pura unik yang ada di pulau ini adalah pura yang terdapat di dalam gua, dimana lubang atau pintu masuk gua ini hanya seukuran tubuh orang dewasa saja, tetapi ruang yang terdapat di dalam gua sangatlah luas. Tempat ini bernama Pura Goa Giri Putri. 

Akses Menuju Goa Giri Putri

Goa Giri Putri terletak pada ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut dan memiliki panjang sekitar 310 meter. Tepatnya di atas sebuah bukit, namun sudah terdapat sekitar 100 anak tangga untuk mencapai puncak bukit tersebut yang mana adalah letak Goa Giri Putri ini.

Tangga-tangga tersebut sudah diberi atap dengan tujuan agar wisatawan tidak kepanasan saat berkunjung ke Goa Giri Putri. Namanya saja tempat suci, untuk memasuki kawasan suci wajib menggunakan kemben (Kain) dan selendang untuk ikat pinggang ( ini bagi yang non Hindu) tetapi bagi para umat Hindu biasanya menggunakan pakaian adat lengkap saat bersembahyang ataupun berkunjung ke Pura Goa Giri Putri.

Sesampai di puncak bukit, kamu akan menemukan pelataran Pura Goa Giri Putri. Disediakan tirta (Banyu awang) untuk dipercikkan ke diri kita sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki kawasan suci, setelah itu baru kamu dapat melanjutkan untuk masuk ke bagian dalam Goa Giri Putri.

wisataunikbali.com
Pintu masuk Goa Giri Putri

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa pintu masuk Goa Giri Putri adalah sempit, seukuran tubuh satu orang dewasa saja tetapi ketika kamu berhasil masuk ke dalam goa, maka kamu akan terkesima dengan keunikan dan keindahan pura yang ada di dalam goa tersebut.

Dahulu ketika goa ini belum dikelola dengan baik, kondisi di dalamnya masih sangat gelap dan lantainya licin karena kelembapan goa tersebut, tetapi sekarang didalam goa sudah terdapat penerangan dan kondisi lantai yang sudah tidak licin lagi karena sudah di plester dengan semen. 

Goa ini berfungsi sebagai tempat hidup dan berkembang bagi manusia purba di pulau ini, namun semakin lama digunakan menjadi tempat untuk bermeditasi bagi orang-orang yang suka dengan dunia religius. Belum ada prasasti yang dapat dijadikan pedoman tentang sejarah goa ini, namun karena dianggap memiliki nilai religius dan juga sebagai bentuk pelestarian dan menjaga keberadaan Goa Giri Putri sebagai tempat persembahyangan sekaligus objek wisata spiritual dan budaya, muncullah ide pembangunan pelinggih-pelinggih sebagai tempat pemujaan kepada para dewa yang bersemayam di Pura Goa Giri Putri. Ada enam pelinggih dan kekuatan Tuhan yang bersemayam di Pura Goa Giri Putri di antaranya Pelinggih Hyang Tri Purusa, Pelinggih Hyang Wasuki, Pelinggih Hyang Giripati, Pelinggih Hyang Giri Putri, Pelinggih Payogan dan Pelinggih Hyang Siwa Amerta, Sri Sedana/Ratu Syahbandar dan Dewi Kwam Im.

Pintu keluar goa tidak seperti pintu masuknya, pintu keluar gua sangat besar, dulu pintu keluar ini dapat digunakan sebagai pintu masuk pura, namun karena ingin menanamkan sebuah filosofi hidup pada pura ini maka muara goa yang besar hanya digunakan sebagai pintu keluar saja. Filosofi ini sama dengan ketika kita keluar dari rahim memalui lubang yang kecil, kemudian bisa merangkak, berdiri tegak kemudian dapat berjalan dan menikmati luasnya alam ini seperti itulah filosofi yang ingin ditanamkan melalui perjalanan religi ini.

Tempat Meditasi

Goa Giri Putri ini dari dulu hingga sekarang digunakan sebagai tempat bermeditasi, mencari ketenangan diri, mencari jati diri dengan memahami filosofi-filosofi kehidupan yang digambarkan melalui cara masuk goa, saat berada dalam goa hingga keluar dari dalam goa, memahami dalam keheningan.

Lokasi Pura Goa Giri Putri

Pura Goa Giri Putri Nusa Penida terletak di Dusun Karangsari, Desa Pakraman Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung kurang lebih 7 km ke arah timur dari Pelabuhan Buyuk Nusa Penida. 

Untuk membantu mengetahui lokasi dari Pura Goa Giri Putri, dapat kamu gunakan peta di bawah ini sebagai penunjuk arahnya.



Tuesday, 16 January 2018

Leak adalah kearifan lokal Bali yang disalah artikan

wisataunikbali.com
Ilustrasi Leak Bali

Leak- Dahulu kala sebelum adanya teknologi dan ilmu pengetahuan serta budaya barat masuk ke wilayah timur, teknik dan strategi perang masih kental dengan adanya ilmu beladiri, ilmu kanuragan dan ilmu kadigdayan. 

Minimnya peralatan atau senjata canggih seperti sekarang ini, menuntut para tentara atau penguasa kerajaan menguasai ilmu tempur dan ilmu kadigdayan atau kawisesan. Salah satu ilmu kawisesan yang sangat terkenal di Bali adalah "Leak". 

Leak sering dikonotasikan menjadi ilmu aliran hitam yang ada di Bali, sebenarnya ilmu itu bersifat murni tergantung si pemiliknya mau digunakan ke arah baik atau buruk.


Memiliki ilmu itu layaknya mempunyai sebilah pisau, jika digunakan oleh tukang masak maka pisau itu bermanfaat untuk mengerjakan dan mengolah makanan demi kebutuhan sehari-hari. Tetapi jika digunakan oleh penjahat, maka pisau tersebut akan mendatangkan bencana.
Tingkatan ilmu leak tersebut sama dengan tingkatan ilmu-ilmu yang lain, yaitu mulai dari tingkat dasar sampai tingkatan tertinggi. Tingkat dasarnya adalah leak barak yaitu leak yang hanya mampu mengeluarkan api atau cahaya, kemudian leak bulan, Leak pemamoran, leak bunga, leak sari, leak cemeng rangdu, dan yang terakhir adalah leak siwa klakah. 

Leak tingkat akhir adalah leak siwa klakah adalah leak yang mampu mengeluarkan cahaya dari ketujuh cakranya sesuai kehendaknya.

Ajaran Hindu berasal dari Jawa kemudian disebarkan ke Bali, begitu juga cerita tentang orang yang menggunakan ilmu leak untuk menyakiti orang lain seperti yang dilakukan oleh Calonarang di Kerajaan Daha Kediri kemudian cerita Gede Basur yang menggunakan ilmu leak untuk merugikan masyarakat di Bali membuat ilmu leak dipandang sebagai ilmu hitam di Bali. 

Sarana untuk belajar ilmu leak adalah dengan banten, sanggah cukcuk dan  kelapa gading yang berfungsi sebagai tirta untuk dipercikkan. Orang awam menyangka bawha leak belajar leak kekuburan hanya untuk memakan mayat untuk meningkatkan kekuatannya sebenarnya tidak demikian.  Mengapa harus di kuburan? Paham leak adalah apa pun status dirimu menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan. Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat tersuci selain di kuburan. Kenapa demikian? Di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan spirit.

Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering muncul hal-hal yang menyeramkan. Ini disebabkan karena kita jarang membuka lontar tatwaning ulun setra. Sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa.

Sang Buda Kecapi, Mpu Kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan. Di Jawa tradisi ini disebut tirakat. 



wisataunikbali.com
Tarian Siwa

Dalam melaksanakan ritual pengleakan, orang tersebut akan menari persis layaknya tarian Siwa. Kamu pernah menonton serial Mahadev? saat Mahadev menari untuk menghancurkan dunia (karena fungsi Beliau adalah pemralina atau penghancur untuk terciptanya keseimbangan alam semesta), tarian tersebutlah yang ditarikan saat di kuburan. 

Ada yang mengatakan kalau leak itu suka makan yang busuk-busuk, bisa saja hal tersebut terjadi tergantung kekuatan iman orang yang mempelajarinya. Jika dia tidak dapat mengendalikan pikiran dan ingin menggunakan ilmunya untuk menyakiti orang lain, maka celakalah dia. Mempelajari ilmu leak menuntut kemampuan pengendalian diri dan iman yang kuat agar tidak menyimpangkan ilmu yang dimiliki dan tidak ingin mencoba ilmunya terhadap orang lain. 

Ilmu leak bersifat rahasia dan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Ilmu leak ini adalah suatu warisan budaya yang disalah artikan dan disalah gunakan oleh orang yang menekuninya. 

Ilmu apapun itu, seperti pengetahuan tentang nuklir saja (merupakan ilmu modern), jika dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik, ilmu tersebut akan berguna bagi orang banyak namun jika digunakan sebagai senjata dalam perang, maka nuklir menjadi senjata pemusnah yang paling berbahaya. 

Wednesday, 3 January 2018

Pura Goa Lawah- Pura unik di goa kelelawar

Wisata Unik Bali.com
Pura Goa Lawah Klungkung Bali

Pura Goa Lawah Klungkung Bali- Bali menyimpan beragam pesona dan keunikan. Kita juga belum sangat paham betul apa maksud dari leluhur Bali mendesign Bali dengan sedemikian rupa dari adat, budaya, kesenian, dan tempat-tempat religi yang berada di Bali. 

Berbicara masalah keunikan, banyak tempat wisata di bali yang unik seperti:


Salah satu pura Sad Khayanga memiliki keunikan yaitu tempat hidup dan berkembangnya ribuan kelelawar, pura tersebut bernama Pura Goa Lawah. Goa artinya gua dan lawah artinya kelelawar. Pura atau pelinggih yang dibangun di mulut gua yang berisi ribuan kelelawar sebagai tempat pemujaan terhadap manifestasi Tuhan sebagai penguasa laut. 

Suasana alam dapat kamu rasakan dengan mendengar suara-suara kelelawar yang berada di sana. Umat Hindu Bali banyak yang berkunjung ke sana untuk melaksanakan persembahyangan, namun pura tersebut juga dibuka untuk umum sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Klungkung. Wisatawan domestik dan wisatawan asing juga banyak yang berkunjung ke sana, namun untuk memasuki areal pura, pengunjung wajib mengenakan kamen atau sarung beserta selendang, ada larangan memasuki kawasan suci bagi perempuan yang sedang datang bulan. 

Konon di dalam Goa tersebut selain dihuni oleh ribuan kelelawar, juga dihuni oleh sepasang ular besar yang menjaga Goa tersebut. Sepasang ular ini katanya adalah Ular Jantan dan Ular betina. Pernah dulu ada ‘Jero Mangku’ (Orang suci yang memimpin jalannya upacara) bertemu dengan kedua ular tersebut saat melakukan persembahyangan di pura goa lawah ini.



Wisata Unik Bali.com
Ribuan kelelawar di Pura Goa Lawah


Dekat dengan Pura Goa Lawah terdapat pantai yang indah, tersedia juga warung-warung untuk sekedar bersantai di areal parkir pura setelah mereka melakukan atau sebelum mereka melakukan persembahyangan di Pura Goa Lawah. 

Lokasi Pura Goa Lawah

Pura Goa Lawah terdapat di Jl. Raya Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Jarak yang cukup dekat dari Kota Denpasar dengan jarak tempuh sekitar 34 kilometer atau memakan waktu kurang dari 1 jam perjalanan jika ditempuh melalui Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra. 

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Pura Goa Lawah, silahkan lihat peta di bawah ini sebagai penunjuk arah menuju ke sana. Happy Travelling.. ☺








Thursday, 21 December 2017

Sangeh Monkey Forest

wisataunikbali.com
Sangeh monkey forest

Sangeh- Salah satu provinsi di Indonesia yang sangat terkenal memiliki segudang objek wisata indah adalah Bali. Keindahan objek wisata, budaya dan sejarah Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Internasional. Saking banyaknya objek wisata yang ada di Bali, mungkin ada beberapa objek wisata yang jarang diketahui, salah satunya adalah Sangeh Monkey Forest.

Sesuai dengan namanya yaitu Sangeh Monkey Forest adalah tempatnya monyet-monyet. Ada juga monkey forest yang lain seperti Pura Luhur Uluwatu, namun bukan monyetnya yang menjadi tujuan utama kalau wisatawan berkunjung ke Uluwatu. Berbeda dengan sangeh, monyet-monyet dan hutan yang luas serta indahlah yang menjadi tujuan para wisatawan untuk mengunjunginya disamping itu juga ingin melihat salah satu pura suci yang berada di sana. 

Sangeh merupakan saksi akan kebesaran dan kejayaan Kerajaan Mengwi. Bukti lain selain sangeh adalah adanya Pura Taman Ayun yang merupakan tempat peristirahatan untuk Raja Mengwi. Orang-orang dari dulu  mengatakan bawha Pura Bukit Sari ini didirikan oleh putra angkat Raya Kerajaan Mengwi pada abad XVII yang bernama Cokorda Sakti Blambangan. Putra angkat tersebut bernama Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti.

Konon katanya, awal muasal Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakit ini mendirikan pura Bukit Sari disebabkan oleh adanya bisikan halus (wahyu) yang dia dapatkan. Beliau dititahkan untuk mendirikan pura di hutan Sangeh. Setelah didirkan, Pura Bukit Sari terus dijaga dan dijadikan tempat beribadah bagi masyarakat sekitar.

Badbad Mengwi menerangkan cerita mitologis mengenai Pura Bukit Sari ini. Putri Ida Batara di Gunung Agung dikabarkan sangat ingin untuk dipuja di Kerajaan Mengwi. Hutan pala yang berada di Gunung Agung, tempat dimana Putri Ida Batara Gunung Agung tinggal, pindah secara misterius pada malam hari.

Penduduk yang berada di sekitar Desa Sangeh melihat p
erjalanan pohon-pohon pala ini. Pohon-pohon ini tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Mengwi Itulah yang menyebabkan hingga saat ini terus menetap di Desa Sangeh.

Kata Sangeh berasal dari dua suku kata lagi, yaitu sang yang artinya orang dan ngeh yang artinya melihat atau sadar. Jadi sangeh adalah suatu tempat dimana orang melihat pohon -pohon pala yang berjalan sendiri kemudian pohon-pohon tersebut terdiam setelah dilihat orang. 

Konon Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti (putra angkat Raja Mengwi pertama), menemukan bekas bangunan pelinggih di Desa Sangeh sekitar pohon-pohon pala. Cokorda Sakti Blambangan (Raja Mengwi Pertama) memerintahkan untuk membangun kembali pura dan pada akhirnya diberikan nama Pura Bukit Sari. Di Pura Bukit Sari, yang dipuja adalah Ida Batara Gunung Agung serta Batara Melanting.

Daya Tarik Sangeh

Ada beberapa daya tarik di Sangeh ini, antara lain:
 
Hutan Pala dan Pohon Lanang Wadon

Hutan yang memiliki luas sekitar 14 hektar dengan jenis pohonnya adalah pohon pala memiliki ketinggian rata-rata 50 meter. Konon pohon pala ini tidak dapat tumbuh selain di sangeh dan di tempat asalnya yaitu Gunung Agung. 

Nah ada hal unik lainnya di antara pohon-pohon sangeh. Ada dua pohon yang bentuknya menyerupai kelamin manusia. Pohon tersebut bernama pohon lanang yang artinya laki-laki dan wadon yang artinya perempuan.

Pura Bukit Sari

Pura yang terletak di tengah-tengah hutan sangeh ini dengan jalan lurus sebagai penghubung pintu menuju pintu pura tersebut menjadi pemandangan indah ditenga-tengah hutan ( dapat dilihat seperti gambar paling atas). Pura ini dibangun karena wahyu yang diterima oleh sang Raja sebagai tempat memuja Ida Bhatara yang berada di Gunung Agung. 

Monyet

Namanya saja Monkey Forest, pasti saja banyak terdapat monyet-moyet yang berkeliaran bebas. Banyak wisatawan yang sengaja datang untuk berfoto dengan monyet-monyet tersebut, namun perlu tetap waspada akan keusilan monyet-monyet yang masih sangat liar. 

Untuk mengindari keusilan monyet-monyet tersebut, jangan membawa barang-barang berharga seperti perhiasan dan jaga barang bawaan dengan baik seperti tas, dompet, hand phone. 

Jika barang bawaan anda telah diambil oleh monyet-monyet ini, usahakan untuk memberikan makanan seperti kacang atau pisang kepada monyet yang sedang memegang barang bawaan anda. Hal tersebut agar barang bawaan bisa dilepas oleh monyet tersebut, karena monyet itu lebih memilih pisang atau kacang. Tapi terkadang ada juga monyet yang tidak mau melepas barang bawaan anda, namun tetap saja mengambil pisang atau kacang tersebut. Kalau sudah seperti itu sebaiknya anda terus-menerus berusaha hingga bisa mendapatkan barang bawaan anda.

Patung Kumbakarna

Patung Kumbakarna yang direbut oleh monyet  menjulang tinggi dibangun disangeh sebagai perlambang kekuatan monyet-monyet saat menyerang Negeri Alengka untuk membantu Rama dalam mengalahkan kebatilan. Rama sendiri adalah penjelmaan Tuhan ke Dunia sebagai Awatara untuk menjaga Dunia tetap seimbang, menumpas kebatilan dan menegakkan Kebaikan. 

Tempat Prewedding

Sangeh dengan pemandangan yang alami dan asri cocok digunakan sebagai tempat prewedding. Sudah banyak orang yang melakukan prewedding di Sangeh ini.




A post shared by yan jontor (@yan_jontor) on



Lokasi Sangeh

Objek wisata Sangeh Bali ini terletak di Kabupaten Badung, Bali, tepatnya di desa Sangeh kecamatan Abiansemal, berada di seberang jalan ke Pelaga. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Denpasar, hanya perlu menempuh kurang lebih 22 km perjalanan dari pusat kota Denpasar hingga tiba di Sangeh Monkey Forest ini yang biasanya menghabiskan waktu rata-rata kurang lebih 45 menit. Lokasi dari wisata Sangeh ini cukup dekat dengan Pura Taman Ayun di kecamatan Mengwi, jadi jika berwisata ke Sangeh bisa melanjutkan melihat keindahan Pura Taman Ayun. Lebih jelasnya mengenai letak Sangeh bisa dilihat pada Google Map di bawah ini.


Saturday, 2 December 2017

Goa Gajah yang sering disebut Elephant Cave, wisata bersejarah di Bali

Goa Gajah
Foto: Destinasi Wisata Bali

Goa Gajah- Bali memiliki keindahan dan keunikan Alam dan Baudaya, keunikan budaya dapat dilihat dari segi arsitekturnya. Situs-situs bersejarah di Bali sengaja dijaga dan dilestarikan degan tujuan untuk mengetahui perkembangan orang Bali pada khususnya. Situs sejarah tersebut dapat pula menjadi daya tarik bagi wisatawan yang sedang berlibur ke Bali.

Salah satu objek wisata sejarah yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan adalah Goa Gajah. Hampir setiap hari Goa Gajah dikunjungi oleh wisatawan berhubung tempat ini memang sangat unik dan menyimpan nilai sejarah yang begitu besar. 

Mengapa di sebut dengan Goa Gajah, padahal saat berkunjung ke sana tidak ada satupun gajah berada di sana? Asumsinya adalah Goa adalah sebuah lubang yang sengaja dibuat pada sebuah bukit atau tebing, sedangkan binatang gajah adalah binatang dengan ukuran tubuh besar. Goa Gajah diasumsikan sebagai lubang yang dibuat dengan ruang didalamnya luas. 

Goa Gajah terdiri dari dua komplek,  merupakan warisan ajaran siwa budha, bukti peninggalan ajaran siwa yang  berada di komplek bagian utara adalah adanya tri lingga dan patung Ganesha di dalam gua. Di kolam pemandian atau pentirtaan terdapat arca Widyadara dan Widyadhari. Arca Widyadhari pancuran ini terdapat enam buah. Tiga berjejer di bagian utara dan tiga di bagian selatan. Arca bidadari ini diletakkan di atas lapik teratai atau padma. Padma adalah simbol alam semesta stana Hyang Widhi. Sedangkan arca Widyadara berada di tengah keenam Widyadhari. Hal ini berdasarkan konsep Sapta Nadi yaitu tujuh sungai suci Gangga, Sindhu, Saraswati, Yamuna, Godawari, Serayu dan Narmada. 

Sedangkan peninggalan ajaran Budha berada di komplek bagian selatan dengan adanya stupa Buddha dalam sikap Dhyani Buddha Amitabha bersusun 13 stupa dan stupa bercabang 3 yang dipahat dibatu besar.

Mulut Goa hanya cukup untuk satu orang jika kamu berniat ingin masuk ke dalam. Di dalam goa sudah ada penerangan agar kamu dapat melihat isi didalam goa. Bentuk bagian dalam goa seperti huruf T, memiliki tinggi sekitar dua meter. Tempat ini dijadikan sebagai salah satu tempat suci oleh umat hindhu di Bali, maka diberi nama sebagai Pura Goa Gajah. 


Lokasi Pura Goa Gajah

Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali dengan jarak tempuh sekitar 27 kilometer dari Kota Denpasar dan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika kamu belum mengetahui lokasi dari Goa Gajah, dapat kamu gunakan peta di bawah ini sebagai penunjuk arahnya. 

Sunday, 19 November 2017

Pura Luhur Uluwatu- Sejarah, daya tarik dan lokasinya

wisataunikbali.com
Pura Luhur Uluwatu
Pura Uluwatu- Berbicara tentang Pulau Dewata Bali tidak hanya pada keindahan pantai saja, nuansa alam dan religius memang sangat kental di Pulau Seribu Pura ini. Keindahan alam dan kearifan lokal lainnya menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali. 

Belum diketahui pasti apa tujuan dibuatnya pura-pura di tempat-tempat tinggi dan tempat yang kadang sulit untuk di jangkau, yang pasti leluhur umat hindu di Bali memiliki tujan yang baik dengan dibangunnya pura di lokasi-lokasi tertentu. 

Seperti salah satu pura yang termasuk dalam kategori Pura Sad Kahyangan yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali ini di bangun di suatu tebing tinggi di atas permukaan laut. Terkesan ekstrim namun kalau dinikmati akan menghadirkan suasana yang mengagumkan pada pengunjungnya. 

Pura tersebut bernama Pura Luhur Uluwatu. Kata Uluwatu terdiri dari kata Ulu yang artinya kepala atau atas, sedangkan watu artinya Batu. Jadi pura Uluwatu artinya Pura yang dibangun di atas tebing batu. 

Pura Uluwatu adalah tempat suci yang digunakan sebagai tempat memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Rudra, namun Pura ini juga berfungsi sebagai Objek Wisata. Walaupun berfungsi sebagai objek wisata, namun wisatawan tetap wajib menghormati tata tertib yang berlaku demi menjaga kesucian Pura Luhur Uluwatu. 

Sejarah Pura Uluwatu

Berdirinya Pura Uluwatu berkaitan erat dengan kedatangan dua Maha Rsi dari Pulau Jawa, Beliau adalah Mpu Kuturan dan Dang Hyang Niratha. Mpu Kuturan adalah Rsi yang pertama kali datang ke Pura Uluwatu ini yaitu pada abad ke 11. Beliau mengajarkan tentang Desa Adat dan segala aturannya. Kemudian pada akhir tahun 1550 datanglah Maha Rsi Suci yang bernama Dang Hyang Niratha dan mencapai moksha atau istilah Balinya Ngeluhur ( menuju ke atas) sehingga pura ini bernama Pura Luhur Uluwatu.

Daya Tarik

Menikmati keindahan laut dari tebing tinggi adalah satu daya tarik yang dapat kamu temukan di Pura Uluwatu. Nuansa alami dengan rindangnya pepohonan dan adanya monyet-monyet liar sebagai pelengkap keindahan alam di Pura Uluwatu. 

Waktu yang di tunggu-tunggu adalah kala sore hari, kamu dapat menikmati indahnya sunset sembari menyaksikan Kecak Dance. Bisa ngebayanginnya bukan betapa indahnya suasana di Pura Luhur Uluwatu? Pura Luhur Uluwatu menjadi salah satu top list kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara ketika berlibur ke Bali. 

Lokasi Pura Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Waktu yang kamu perlukan untuk sampai di pura Uluwatu dari Bandara Ngurah Rai adalah sekitar 30 menit kalau tidak terhalang oleh kemacetan. 

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Pura Uluwatu namun belum mengetahui lokasinya, dapat kamu gunakan peta di bawah ini sebagai petunjuk arahnya.



Monday, 23 October 2017

Sawah Terasering Tegalalang Ubud

wisataunikbali.com
Sawah Terasering Ubud
Ubud- Pesona alam Bali memang tidak usah diragukan lagi, keindahan pantai, air terjun, bukit dan objek wisata alami maupun objek wisata yng sengaja dibuat sebagai penunjang objek wisata alam yang ada di Bali. 

Dahulu sebelum Bali di serbu oleh modernisasi dan pesatnya industri pariwisata, alam Bali masih sangat natural dengan adanya hamparan sawah yang begitu luas. Maklum saja kalau dulu mata pencaharian sebagian besar masyarakat Bali adalah sebagai petani. 

Semakin lama eksistensi lahan persawahan semakin berkurang, dengan ditanamnya beton-beton sebagai penyangga perekonomian di Bali seiring pesatnya perkembangan dunia pariwisata. 


Tetapi jangan khawatir, lahan persawahan masih tetap dipertahankan sebagai penunjang kebutuhan masyarakat Bali dalam memenuhi kebutuhan pokoknya terhadap pangan. 

Seperti kata pepatah di bawah ini:
"Sambil menyelam minum air"
Lah... apa kaitannya antara lahan persawahan dengan pepatah di atas?

Tentu ada..

Di Desa Tegalalang Ubud, lahan persawahan tetap dijaga kelestariannya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat setempat dan juga dimanfaatkan sebagai objek wisata alam. Objek wisata ini sudah terkenal ke manca negara lho.. 

Wisatawan yang berkunjung ke Bali, banyak yang memasukan objek wisata terasering tegalalang ini dalam list liburan mereka, bahkan Barrack Obama sendiri ke datang ke Bali ingin menikmati keindahan dan kesegaran alam di objek wisata ini. keren ga bro?

Sama seperti Desa Jatiluwih, di Desa Tegalalang Ubud ini juga memakai sistem pengairan subak, karena memang sistem subak berlaku untuk pengairan sawah-sawah yang ada di Bali. Struktur persawahannya juga berbentuk terasering atau berundak agar memudahkan sistem pengairannya. 




wisataunikbali.com
Anjungan di Desa Tegalalang 

Populernya objek wisata alam di Ubud ini, membuat para investor beramai-ramai membangun sarana penunjang objek wisata seperti hotel, penginapan dan restoran. Ada ide kreatif lain sebagai penyalur hobi dari wisatawan yang berkunjung untuk menikmati keindahan hamparan sawah yang berundak adalah dibangunnya anjungan sebagai tempat spot-spot untuk berfoto seperti foto di atas. 

Siapa coba yang tidak mau mengabadikan moment indah saat berkunjung ke objek wisata yang begitu populer di Bali bahkan di manca negara? kebetulan di Bali sedang getol-getolnya dibangun tempat-tempat untuk berselfie ria untuk pengunjung.

Lokasi Desa Tegalalang

Objek wisata ini berjarak kurang lebih 20 menit dari Ubud dan berjarak sekitar 1 hingga 1,5 jam dari Kota Denpasar. 

Bagaimana? penasaran ingin mengunjungi dan melihat keindahan pemandangan sawah di Desa Tegalalang? disarankan agar mengunjungi objek wisata ini pada sore hari agar terik mentari berkurang dan tidak mengurangi rasa nyaman kamu saat berada di objek wisata ini. 

Namun jika kamu masih belum mengetahui lokasi objek wisata ini, kamu dapat menggunakan peta di bawah ini sebagai bantuan dalam mencarinya. 

Happy travelling guys.. ☺