Tuesday, 17 April 2018

Pura Ponjok Batu, keunikan perahu di atas batu

wisataunikbali.com
Perahu diatas batu
Pura Ponjok Batu- Ketika kamu berlibur ke Bali dan memiliki list liburan ke Kabupaten Buleleng, sempatkan untuk mengunjungi salah satu tempat unik yang berada di Bali Utara.

Bak cerita Rakyat lainnya yang mengisahkan tentang asal muasal dari sebuah gunung yang terletak di Provinsi Jawa Barat yang bernama Gunung Tangkuban Perahu. Asal usul Gunung Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi/Rarasati. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat sebuah telaga dan sebuah perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.



wisataunikbali.com


Di Bali Utara juga memiliki tempat unik tentang adanya perahu di atas sebuah batu. Belum ada bukti yang cukup untuk mengungkap mengapa terdapat sebuah perahu batu yang berada diatas batu karang yang kokoh serta berada ditengah laut. 

Pura Ponjok Batu merupakan salah satu Pura Dang Kahyangan Jagat yang memiliki makna Tanjung Batu atau semenanjung yang artinya daratan yang menjorok ke laut. 



wisataunikbali.com
Pelinggih Pura Ponjok Batu

Bahan bangunan Pura Ponjok Batu ini didominasi oleh batu menambah keunikan dari pura ini. Lingkungan Pura Ponjok Batu Bali terletak kurang lebih 24 km di sebelah timur singaraja, terletak di Desa Alassari, pantai utara pulau Bali, termasuk wilayah Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Dari depan keindahan lingkungan Pura Ponjok Batu yang di batasi jalan raya menuju Amlapura terlihat pemandangan laut Jawa yang terbentang luas yang dapat menimbulkan ketenangan jiwa dan menumbuhkan inspirasi bagi para wisatawan.

Jarak Pura Ponjok Batu dengan Bandara International Ngurah Rai Jimbaran lumayan Jauh, yaitu ± 150 km dengan memakan waktu sekitar ± 240 menit perjalanan. Wisatawan Mancanegara lebih memilih menyewa Rent Car untuk menuju objek wisata spiritual Bali tersebut karena jarak yang ditempuh lumayan jauh.


Jika kamu masih belum mengetahui lokasinya, kamu dapat gunakan peta di bawah ini sebagai penunjuk arahnya.






Friday, 13 April 2018

Meditasi dan Yoga sebagai daftar wisata di Bali

wisataunikbali.com
Meditasi di Bali

Meditasi dan Yoga- Siapa yang tidak mengenal kedua istilah ini? Yaps.. Meditasi dan Yoga. Ajaran ini berasal dari India sana, di bawa dan disebarkan melalui ajaran Agama Hindu dan Budha hingga sampai ke Bali.

Di Bali Meditasi dan Yoga berkembang dengan pesat karena memang mayoritas penduduk Bali beragama Hindu. Terlepas dari masalah Agama, meditasi dan Yoga sangat bagus untuk kesehatan.

Meditasi adalah metode untuk menyehatkan rohani atau pikiran kita dan kesehatan rohani tentunya akan berdampak pada kesehatan jasmani. Sedangkan Yoga merupakan gabungan antara pemusatan pikiran disertai dengan gerakan-gerakan khusus sehingga bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani.

Mengapa Bali menjadi tujuan wisatawan untuk bermeditasi?

Bali sudah diakui merupakan tempat yang Baik untuk melakukan aktivitas spiritual. Bali Menyimpan aura dan energi-energi positif. Alam Bali masih terpelihara seiring peningkatan dan pelestarian alam untuk tujuan Pariwisata.

Banyak Pesohor-pesohor Negeri seperti Titiek Puspa yang jauh-jauh terbang ke Bali untuk mendapat kesembuhan dari kanker stadium 4 melalui meditasi. Dengan Meditasi pikiran akan kembali diselaraskan, segala tumpukan-tumpuka energi atau emosi negatif diseimbangkan kembali hanya dengan duduk dan mengamati keluar masuknya nafas melalui hidung.





wisataunikbali.com
Yoga

Berbeda dengan meditasi, Yoga merupakan gabungan antara meditasi dan olah raga, memusatkan pikiran melalui olah jasmani dengan metode dan gerakan-gerakan tertentu. 

Banyak ahli kesehatan dari Barat menyarankan pasiennya untuk bermeditasi dalam membantu proses penyembuhan. Keindahan alam Bali, Kearifan lokal Bali dan daya tarik Bali sangat mendukung bahwa Bali adalah tempat Paling tepat untuk mengembangkan spiritualitas atau mencari kedamaian selain India.

Wisatawan domestik ataupun manca negara sering mengikuti kelas Meditasi dan Yoga, entah karena sadar bahwa meditasi dan Yoga merupakan instrumen penunjang kesehatan atau karena hal lain yang lebih mendalam tentang spiritualitas yang ada di Bali.

Wisata di Bali memang sangat menarik, mulai dari keindahan alam, budaya, dan suasana Bali yang damai cocok untuk mendapatkan fibrasi yang baik dalam menenangkan pikiran melalui Meditasi dan Yoga.



Brem Bali, welcome drink khas Bali yang disukai wisatawan asing


wisataunikbali.com
Brem Bali
Brem Bali, minuman khas bali - Minuman keras khas Bali merupakan minuman yang paling sering diminati oleh tamu mancanegara, karena memiliki rasa dan aroma yang khas, salah satu minuman khas Bali adalah Arak Bali.

Arak dibuat dengan bahan dasar ketan putih, namun ada juga minuman beralkohol atau minuman khas Bali yang dibuat dengan ketan hitam, nama minuman tersebut adalah Brem.

Minuman dengan citarasa manis keasam-asaman dan berwarna merah ini memiliki kandungan alkohol 3-10 %. Cara penyimpanan membuat kadar alkohol dapat berubahubah. Kadar alkohol menjadi naik akibat proses fermentasi yang terus berlangsung selama penyimpanan, sedangkan kadar alkohol mengalami penurunan karena proses esterifikasi, oksidasi, dan penguapan.

Penyebab oksidasi alkohol karena suasana aerobik yang terjadi selama waktu penyimpanan. Aktivitas bakteri asetat biasanya mengikuti suasana aerobik tersebut, sehingga terbentuk asam asetat, yang menjadikan rasa asam pada Brem. Kalau pada waktu penyimpanan tidak ditutup akan menyebabkan alkohol menguap. Bau asam disebabkan terbentuknya ester etil asetat dari reaksi alkohol dengan asam asetat yang terbentuk oleh suasana aerob dan bakteri asetat


Sebenarnya Brem dan Arak merupakan sarana upacara bagi masyarakat Hindu Bali, namun seiring waktu Brem dan Arak juga dikonsumsi oleh warga digunakan sebagai minuman penyambut tamu. Manfaat alkohol adalah untuk merangsang hormon dan memperlancar sirkulasi darah namun dengan takaran yang tepat. Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah tertentu dapat meningkatkan kadar hormon dan dapat membantu kerja arteri darah. Alkohol dalam jumlah tertentu juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Meskipun begitu, ada resiko yang cukup fatal bila Anda mengkonsumsi Brem ini secara berlebihan, yakni dapat menimbulkan serangan jantung, kanker, dan kematian. Jika kandungan alkohol dalam darah melebihi 5 persen, Anda akan merasa tidak enak dan secara bertahap dapat mengganggu tingkat emosi Anda. Bahkan dapat memicu kanker, sirosis hati, dan lain-lain.

wisataunikbali.com
Brem Bali with ice


Wisatawan asing biasa menggunakan alkohol untuk menambah sensasi rasa hangat pada tubuh karena suhu udara di dareahnya tergolong dingin. Tidak dipungkiri mereka sangat berminat terhadap minuman beralkohol.

Beberapa hotel mungkin memasukkan Brem untuk menu cocktailnya untuk menunjukkan minuman khas Bali kepada para wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Bali.  Jadi wisatawan tidak hanya diinformasikan mengenai pantai, air terjun, pura dan tempat-tempat wisata yang ada di Bali, namun pihak hotel juga memperkenalkan minuman dan makanan khas Bali untuk menambah nilai jual dari hotel tersebut.

Jika kamu penasaran dan berminat untuk merasakan sensasi minuman Brem ini, silahkan berkunjung ke Bali dan nikmati Brem bersama keluarga maupun pasangan terkasih kamu.

" Tetapi ingat ya jangan sampai berlebihan.."

Karena apapun itu yang sifatnya berlebihan tentu tidak bagus, begitu juga alkohol jika dikonsumsi berlebihan akan menjadi racun dalam tubuh kamu.

Happy Traveling ya guys.. ☺

Tuesday, 27 February 2018

Mengejar Sunrise di Desa Pinggan




Sunrise di Desa Pinggan-Bali memiliki destinasi wisata yang memang sudah dikenal diseluruh Dunia, hampir setiap sudut Pulau Dewata ini memiliki pesona, keindahan serta keunikan tersendiri. Bali tidak melulu tentang pantai, namun masih ada objek wisata yang wajib kamu ketahui dengan pemandangan dan keunikan tersendiri.

Bagi kamu yang ingin mengekpolrasi keindahan Bali dan sudah bosan dengan pengapnya udara perkotaan, kesibukan dan kemacetan, jangan lewatkan untuk mampir di Kabupaten Bangli, tepatnya di Desa Pinggan, Kecamatan Kintamani. Banyak wisatawan berburu matahari terbit sambil menikmati indah dan dinginnya kabut di atas desa.



Udara sejuk plus good view karena kamu dapat melihat 3 gunung sekaligus yaitu Gunung Batur, Gunung Abang, dan Gunung Agung. Saat sinar mentari pagi mulai nampak dengan diselimuti kabut membuat kamu merasa berada di negeri atas awan. 

Walaupun Desa Pinggan bukan menjadi tempat wisata favorit di Bali, namun tempat wisata ini dapat digunakan menjadi alternatif saat kamu berkunjung ke Bali. 

Waktu berkunjung terbaik ke Desa Pinggan adalah ketika musim panas, karena jika kamu berkunjung saat musim hujan, mungkin matahari akan lebih sering tertutup mendung dan suasana becek/basah karena hujan dapat mengurangi kesan "menikmati" keindahan alam Desa Pinggan.

Biasanya untuk mencapai tempat yang tinggi apalagi pada tekstur tanah yang berbukit perlu ada usaha pendakian demi dapat melihat pemandangan spektakuler dari atas, namun untuk menuju Desa Pinggan tidak perlu lagi untuk mendaki karena sudah tersedia akses jalan menuju kesana.



Pemandangan yang indah tanpa biaya tiket masuk untuk menikmatinya, menarik bukan?

Direkomendasikan ketika berkunjung ke Desa Pinggan kamu wajib menggunakan jaket dan celana panjang jika kamu tidak tahan dengan kondisi cuaca yang dingin, namun jika kamu memang kuat dengan cuaca dingin ya pakai pakaian yang biasa kamu pakai saja. 

Suasana yang menarik, indah dan sejuk dapat membuat pikiran kamu menjadi lebih rileks, bahkan lupa sejenak dengan masalah-masalah kamu, baik itu masalah dalam pekerjaan, masalah percintaan.. #Eehh...

Objek wisata yang dekat dengan Desa Pinggan diantaranya adalah:

1. Desa Trunyan
2. Desa Penglipuran
3. Danau Batur

Klik dan baca saja ketiga objek wisata tersebut di atas jika kamu ingin mengetahui tempat indah di Bangli Selain Desa Pinggan.

Desa Pinggan sendiri lokasinya sekitar 2 jam 15 menit berkendara dari kawasan Kuta, maka jika anda berangkat dari kawasan Bali Selatan seperti Kuta, Jimbaran, Canggu, Nusa Dua ataupun Denpasar, maka anda harus berangkat dini hari, tetapi jika anda menginap di kawasan pariwisata Kintamani maka anda bisa menjangkaunya lebih dekat.
Jika perjalanan dari arah Denpasar menuju Kintamani, jarak terdekat adalah lewat jalur Payangan atau bisa alternatif lain lewat jalur objek wisata Sangeh menuju Petang, setelah sampai di pertigaan desa Penulisan, carilah ke jurusan Pura Dalem Balingkang, maka desa Pinggan tersebut berada sebelum pura Dalem Balingkang.

Jika kamu belum mengetahui lokasi Desa Pinggan, kamu dapat gunakan peta di bawah ini sebagai penunjuk arah menuju Desa Pinggan.



Saturday, 27 January 2018

Keunikan Dalam Pura Goa Giri Putri Nusa Penida

wisataunikbali.com
Bagian Dalam Pura Goa Giri Putri

Goa Giri Putri- Berbicara tentang Bali memang tidak akan ada habisnya, Bali merupakan icon Pariwisata Indonesia. Bali adalah surga keindahan bagi para wisatawan domestik maupun manca negara.

Nusa Penida adalah Pulau kecil di sebelah selatan Bali, untuk menuju ke sana harus menyebrang melalui Sanur atau Padang Bai. Walaupun terkesan terpencil, namun jangan salah, pulau ini menyimpan keindahan dan kereligiusan tinggi. Raja Ampatnya Bali juga ada di Pulau ini, Pura yang sangat Religius juga terdapat di Pulau ini yaitu Pura Penataran Ped dan menjadi Pura Sad Kahyangan Jagad. 

Pura unik yang ada di pulau ini adalah pura yang terdapat di dalam gua, dimana lubang atau pintu masuk gua ini hanya seukuran tubuh orang dewasa saja, tetapi ruang yang terdapat di dalam gua sangatlah luas. Tempat ini bernama Pura Goa Giri Putri. 

Akses Menuju Goa Giri Putri

Goa Giri Putri terletak pada ketinggian sekitar 150 meter di atas permukaan laut dan memiliki panjang sekitar 310 meter. Tepatnya di atas sebuah bukit, namun sudah terdapat sekitar 100 anak tangga untuk mencapai puncak bukit tersebut yang mana adalah letak Goa Giri Putri ini.

Tangga-tangga tersebut sudah diberi atap dengan tujuan agar wisatawan tidak kepanasan saat berkunjung ke Goa Giri Putri. Namanya saja tempat suci, untuk memasuki kawasan suci wajib menggunakan kemben (Kain) dan selendang untuk ikat pinggang ( ini bagi yang non Hindu) tetapi bagi para umat Hindu biasanya menggunakan pakaian adat lengkap saat bersembahyang ataupun berkunjung ke Pura Goa Giri Putri.

Sesampai di puncak bukit, kamu akan menemukan pelataran Pura Goa Giri Putri. Disediakan tirta (Banyu awang) untuk dipercikkan ke diri kita sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki kawasan suci, setelah itu baru kamu dapat melanjutkan untuk masuk ke bagian dalam Goa Giri Putri.

wisataunikbali.com
Pintu masuk Goa Giri Putri

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa pintu masuk Goa Giri Putri adalah sempit, seukuran tubuh satu orang dewasa saja tetapi ketika kamu berhasil masuk ke dalam goa, maka kamu akan terkesima dengan keunikan dan keindahan pura yang ada di dalam goa tersebut.

Dahulu ketika goa ini belum dikelola dengan baik, kondisi di dalamnya masih sangat gelap dan lantainya licin karena kelembapan goa tersebut, tetapi sekarang didalam goa sudah terdapat penerangan dan kondisi lantai yang sudah tidak licin lagi karena sudah di plester dengan semen. 

Goa ini berfungsi sebagai tempat hidup dan berkembang bagi manusia purba di pulau ini, namun semakin lama digunakan menjadi tempat untuk bermeditasi bagi orang-orang yang suka dengan dunia religius. Belum ada prasasti yang dapat dijadikan pedoman tentang sejarah goa ini, namun karena dianggap memiliki nilai religius dan juga sebagai bentuk pelestarian dan menjaga keberadaan Goa Giri Putri sebagai tempat persembahyangan sekaligus objek wisata spiritual dan budaya, muncullah ide pembangunan pelinggih-pelinggih sebagai tempat pemujaan kepada para dewa yang bersemayam di Pura Goa Giri Putri. Ada enam pelinggih dan kekuatan Tuhan yang bersemayam di Pura Goa Giri Putri di antaranya Pelinggih Hyang Tri Purusa, Pelinggih Hyang Wasuki, Pelinggih Hyang Giripati, Pelinggih Hyang Giri Putri, Pelinggih Payogan dan Pelinggih Hyang Siwa Amerta, Sri Sedana/Ratu Syahbandar dan Dewi Kwam Im.

Pintu keluar goa tidak seperti pintu masuknya, pintu keluar gua sangat besar, dulu pintu keluar ini dapat digunakan sebagai pintu masuk pura, namun karena ingin menanamkan sebuah filosofi hidup pada pura ini maka muara goa yang besar hanya digunakan sebagai pintu keluar saja. Filosofi ini sama dengan ketika kita keluar dari rahim memalui lubang yang kecil, kemudian bisa merangkak, berdiri tegak kemudian dapat berjalan dan menikmati luasnya alam ini seperti itulah filosofi yang ingin ditanamkan melalui perjalanan religi ini.

Tempat Meditasi

Goa Giri Putri ini dari dulu hingga sekarang digunakan sebagai tempat bermeditasi, mencari ketenangan diri, mencari jati diri dengan memahami filosofi-filosofi kehidupan yang digambarkan melalui cara masuk goa, saat berada dalam goa hingga keluar dari dalam goa, memahami dalam keheningan.

Lokasi Pura Goa Giri Putri

Pura Goa Giri Putri Nusa Penida terletak di Dusun Karangsari, Desa Pakraman Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung kurang lebih 7 km ke arah timur dari Pelabuhan Buyuk Nusa Penida. 

Untuk membantu mengetahui lokasi dari Pura Goa Giri Putri, dapat kamu gunakan peta di bawah ini sebagai penunjuk arahnya.



Tuesday, 16 January 2018

Leak adalah kearifan lokal Bali yang disalah artikan

wisataunikbali.com
Ilustrasi Leak Bali

Leak- Dahulu kala sebelum adanya teknologi dan ilmu pengetahuan serta budaya barat masuk ke wilayah timur, teknik dan strategi perang masih kental dengan adanya ilmu beladiri, ilmu kanuragan dan ilmu kadigdayan. 

Minimnya peralatan atau senjata canggih seperti sekarang ini, menuntut para tentara atau penguasa kerajaan menguasai ilmu tempur dan ilmu kadigdayan atau kawisesan. Salah satu ilmu kawisesan yang sangat terkenal di Bali adalah "Leak". 

Leak sering dikonotasikan menjadi ilmu aliran hitam yang ada di Bali, sebenarnya ilmu itu bersifat murni tergantung si pemiliknya mau digunakan ke arah baik atau buruk.


Memiliki ilmu itu layaknya mempunyai sebilah pisau, jika digunakan oleh tukang masak maka pisau itu bermanfaat untuk mengerjakan dan mengolah makanan demi kebutuhan sehari-hari. Tetapi jika digunakan oleh penjahat, maka pisau tersebut akan mendatangkan bencana.
Tingkatan ilmu leak tersebut sama dengan tingkatan ilmu-ilmu yang lain, yaitu mulai dari tingkat dasar sampai tingkatan tertinggi. Tingkat dasarnya adalah leak barak yaitu leak yang hanya mampu mengeluarkan api atau cahaya, kemudian leak bulan, Leak pemamoran, leak bunga, leak sari, leak cemeng rangdu, dan yang terakhir adalah leak siwa klakah. 

Leak tingkat akhir adalah leak siwa klakah adalah leak yang mampu mengeluarkan cahaya dari ketujuh cakranya sesuai kehendaknya.

Ajaran Hindu berasal dari Jawa kemudian disebarkan ke Bali, begitu juga cerita tentang orang yang menggunakan ilmu leak untuk menyakiti orang lain seperti yang dilakukan oleh Calonarang di Kerajaan Daha Kediri kemudian cerita Gede Basur yang menggunakan ilmu leak untuk merugikan masyarakat di Bali membuat ilmu leak dipandang sebagai ilmu hitam di Bali. 

Sarana untuk belajar ilmu leak adalah dengan banten, sanggah cukcuk dan  kelapa gading yang berfungsi sebagai tirta untuk dipercikkan. Orang awam menyangka bawha leak belajar leak kekuburan hanya untuk memakan mayat untuk meningkatkan kekuatannya sebenarnya tidak demikian.  Mengapa harus di kuburan? Paham leak adalah apa pun status dirimu menjadi manusia, orang sakti, sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan. Tradisi sebagian orang di India tidak ada tempat tersuci selain di kuburan. Kenapa demikian? Di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan spirit.

Di Bali kuburan dikatakan keramat, karena sering muncul hal-hal yang menyeramkan. Ini disebabkan karena kita jarang membuka lontar tatwaning ulun setra. Sehingga kita tidak tahu sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi dan memberikan berkat doa.

Sang Buda Kecapi, Mpu Kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan. Di Jawa tradisi ini disebut tirakat. 



wisataunikbali.com
Tarian Siwa

Dalam melaksanakan ritual pengleakan, orang tersebut akan menari persis layaknya tarian Siwa. Kamu pernah menonton serial Mahadev? saat Mahadev menari untuk menghancurkan dunia (karena fungsi Beliau adalah pemralina atau penghancur untuk terciptanya keseimbangan alam semesta), tarian tersebutlah yang ditarikan saat di kuburan. 

Ada yang mengatakan kalau leak itu suka makan yang busuk-busuk, bisa saja hal tersebut terjadi tergantung kekuatan iman orang yang mempelajarinya. Jika dia tidak dapat mengendalikan pikiran dan ingin menggunakan ilmunya untuk menyakiti orang lain, maka celakalah dia. Mempelajari ilmu leak menuntut kemampuan pengendalian diri dan iman yang kuat agar tidak menyimpangkan ilmu yang dimiliki dan tidak ingin mencoba ilmunya terhadap orang lain. 

Ilmu leak bersifat rahasia dan hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Ilmu leak ini adalah suatu warisan budaya yang disalah artikan dan disalah gunakan oleh orang yang menekuninya. 

Ilmu apapun itu, seperti pengetahuan tentang nuklir saja (merupakan ilmu modern), jika dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik, ilmu tersebut akan berguna bagi orang banyak namun jika digunakan sebagai senjata dalam perang, maka nuklir menjadi senjata pemusnah yang paling berbahaya. 

Wednesday, 3 January 2018

Pura Goa Lawah- Pura unik di goa kelelawar

Wisata Unik Bali.com
Pura Goa Lawah Klungkung Bali

Pura Goa Lawah Klungkung Bali- Bali menyimpan beragam pesona dan keunikan. Kita juga belum sangat paham betul apa maksud dari leluhur Bali mendesign Bali dengan sedemikian rupa dari adat, budaya, kesenian, dan tempat-tempat religi yang berada di Bali. 

Berbicara masalah keunikan, banyak tempat wisata di bali yang unik seperti:


Salah satu pura Sad Khayanga memiliki keunikan yaitu tempat hidup dan berkembangnya ribuan kelelawar, pura tersebut bernama Pura Goa Lawah. Goa artinya gua dan lawah artinya kelelawar. Pura atau pelinggih yang dibangun di mulut gua yang berisi ribuan kelelawar sebagai tempat pemujaan terhadap manifestasi Tuhan sebagai penguasa laut. 

Suasana alam dapat kamu rasakan dengan mendengar suara-suara kelelawar yang berada di sana. Umat Hindu Bali banyak yang berkunjung ke sana untuk melaksanakan persembahyangan, namun pura tersebut juga dibuka untuk umum sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Klungkung. Wisatawan domestik dan wisatawan asing juga banyak yang berkunjung ke sana, namun untuk memasuki areal pura, pengunjung wajib mengenakan kamen atau sarung beserta selendang, ada larangan memasuki kawasan suci bagi perempuan yang sedang datang bulan. 

Konon di dalam Goa tersebut selain dihuni oleh ribuan kelelawar, juga dihuni oleh sepasang ular besar yang menjaga Goa tersebut. Sepasang ular ini katanya adalah Ular Jantan dan Ular betina. Pernah dulu ada ‘Jero Mangku’ (Orang suci yang memimpin jalannya upacara) bertemu dengan kedua ular tersebut saat melakukan persembahyangan di pura goa lawah ini.



Wisata Unik Bali.com
Ribuan kelelawar di Pura Goa Lawah


Dekat dengan Pura Goa Lawah terdapat pantai yang indah, tersedia juga warung-warung untuk sekedar bersantai di areal parkir pura setelah mereka melakukan atau sebelum mereka melakukan persembahyangan di Pura Goa Lawah. 

Lokasi Pura Goa Lawah

Pura Goa Lawah terdapat di Jl. Raya Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Jarak yang cukup dekat dari Kota Denpasar dengan jarak tempuh sekitar 34 kilometer atau memakan waktu kurang dari 1 jam perjalanan jika ditempuh melalui Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra. 

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Pura Goa Lawah, silahkan lihat peta di bawah ini sebagai penunjuk arah menuju ke sana. Happy Travelling.. ☺